Sabtu, 03 November 2012

Makro dan Mikro - Fermentasi



DIFERENSIAL (Turunan) DAN INTEGRAL (konstanta integral diabaikan)
Fungsi
Turunan
Fungsi
Integral

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL1.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL2.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL3.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL4.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL5.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL6.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL7.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL8.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL9.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL10.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL11.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL12.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL13.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL14.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL15.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL16.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL17.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL18.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL19.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL20.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL21.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL22.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL23.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL24.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL25.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL26.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL27.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL28.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL29.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL30.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL31.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL32.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL33.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL34.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL35.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL36.gif







Fungsi
Turunan
Fungsi
Integral
Catatan: Kalkulus yang melibatkan fungsi-fungsi trigoniometri dengan asumsi dalam RADIANS
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL37.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL38.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL39.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL40.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL41.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL42.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL43.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL44.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL45.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL46.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL47.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL48.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL49.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL50.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL51.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL52.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL53.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL54.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL55.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL56.gif
Sama dengan cos dan tan
  
Sama dengan for sin and sec2
  

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL57.gif
Aturan perkalian
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL58.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL59.gif
Integral per bagian
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL60.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL61.gif
Aturan Pembagian
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL62.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL63.gif

 
Gunakan rumus sudut ganda
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL64.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL65.gif
Deferensial Parametrik

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL66.gif

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL67.gif

 
Gunakan rumus sudut ganda
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL68.gif
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL69.gif
Aturan Rantai
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL70.gif
Metode substutusi: 1. Substitusi dx dalam bentuk du
2. Substitusi x dalam bentuk u 3. Ubah limit dengan u
Selalu cari penyederhanaan sebelum tahap berikutnya.

 

 
Relasi yang bermanfaat

 
http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL71.gif
Metode Umum: 1.  Apakah integral? 2.  Apakan aturan rantai kebalikan?(apakah kita dapat melihat adanya fungsi dan turunannya?) 3. Apakan kita dapat membagi menjadi dua atau lebih integral yang lebih mudah? contoh http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2011/08/081011_1346_DIFERENSIAL72.gif. 4 Apakah kita dapat menggunakan bagian-bagian parsial? 5. Apakah kita dapat menggunakan fungsi trigoniomentri? 6. Apakah kita dapat menyelesaikan bagian demi bagian? 7. Apakah kita dapat menggunakan substitusi?
Lebih dari satu metode dapat digunakan, mana yang paling mudah?
Pengertian dan Klasifikasi
A.Mineral.
Mineral merupakan komponen inorganik yang terdapat dalam tubuh manusia. Berdasarkan dari kebutuhannya, mineral terbagi menjadi 2 kelompok yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro dibutuhkan dengan jumlah > 100 mg per hari sedangkan mineral mikro dibutuhkan dengan jumlah <100 mg per hari.
Mineral-mineral yang dibutuhkan tubuh akan memiliki fungsi khas-nya masing-masing seperti kalsium yang berperan dalam pembentukan struktur tulang & gigi, natrium berfungsi dalam menjaga kesimbangan cairan tubuh atau juga kalsium yang berfungsi untuk memperlancar peredaran darah.
B.Klasifikasi Mineral
Menurut jenisnya, klasifikasi mineral dibedakan
1. Mineral Organik
Adalah mineral yang dibutuhkan serta berguna bagi tubuh kita, yang dapat kita peroleh melalui makanan yang kita konsumsi setiap hari seperti nasi, ayam, ikan, telur, sayur-sayuran serta buah-buahan, atau vitamin tambahan.
2. Mineral Anorganik
Adalah mineral yang tidak dibutuhkan serta tidak berguna bagi tubuh kita.Contohnya:Timbal Hitam (Pb), Iron Oxide (Besi Teroksidasi), Mercuri, Arsenik, Magnesium, Aluminium atau bahan-bahan kimia hasil dari resapan tanah dan lain.
Menurut bentuknya, klasifikasi mineral dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Mineral Makro
  • Contohnya:
  •  Kalsiumv
  •  Fosforv
  •  Magnesiumv
  •  Natriumv
  •  Kloridav
  •  Kaliumv
2. Mineral Mikro
Contohnya:
  •  Besiv
  •  Sengv
  •  Iodiumv
  •  Seleniumv
  •  Tembagav
  •  Manganv
  •  Kromiumv
  •  Fluorv
C.Jenis Mineral Mikro dan Gangguannya
Mineral Mikro merupakan mineral yang jumlah kebutuhannya kurang dari (<100 mg per hari) atau lebih sedikit di bandingkan dengan mineral makro.Yang termasuk mineral mikro antara lain:
  •  Besi
Zat besi merupakan salah satu mineral yang dapat membuat tubuh sehat Tubuh manusia mengandung lebih kurang 3,5 – 4,5 gram zat besi, di mana dua per tiganya ditemukan di dalam darah, sementara sisanya ditemukan di dalam hati, sumsum tulang, otot. Peranannya dalam produksi sel darah merah sudah sangat terkenal, terutama untuk kaum wanita.
Sel darah merah mengandung protein yang bernama hemoglobin, dan setiap hemoglobin memiliki 4 atom zat besi. Zat besi dalam hemoglobin inilah yang mengikat oksigen dalam darah pada paruparu untuk bisa disebarkan ke seluruh tubuh. Setelah melepas oksigen, hemoglobin kemudian mengikat karbondioksida (C02) untuk dilepaskan oleh paru-pare. Jadi bisa dibayangkan pentingnya zat besi untuk individu yang ingin suplai oksigen dan energi yang tinggi.
Beberapa gejala kekurangan zat besi adalah: kesulitan bernafas (nafas terengah-engah), jantung yang berdetak lebih cepat, kelelahan, kesulitan memusatkan perhatian, tidur yang tidak pulas, sakit saat menstruasi, ujung bibir yang pecah-pecah, iritasi mata, dan bahkan kerontokan rambut.
Sumber-sumber alami za besi adalah: daging sapi, daging ayam, dan sayur-sayuran berwarna hijau tua.
 Zinc/Seng
Seng adalah salah satu mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dan dikelompokkan dalam golongan trace mineral. Namun bagi manusia, arti penting zat seng sebenarnya baru terungkap pada tahun 1956. Fungsi seng terbilang sangat vital bagi kelangsungan hidup sel-sel tubuh manusia. Salah satunya sebagai zat perantara bagi lebih 70 macam enzim dan protein yang ada di tubuh manusia. Enzim sendiri berperan dalam metabolisme seluruh sel-sel ditubuh manusia, maka jika enzim-enzim tidak terbentuk sempurna, fungsi sel tubuh akan terganggu. Selain itu, seng berperan pula dalam proses pembentukan genetik, yaitu pada DNA (DeoxyribosenucleidAcid).
Dengan konsentrasi yang cukup besar dalam tubuh yakni menempati posisi kedua setelah zat besi, Seng dapat mudah ditemukan pada berbagai jenis makanan yang kaya akan kandungan protein seperti daging, kacang-kacangan dan polong polongan.Asupan seng yang dibutuhkan tubuh manusia sebenarnya sangat sedikit, namun ternyata penyerapan seng oleh tubuh pun sangatlah kecil. Dari sekitar 4-14 mg/hari jumlah seng yang dianjurkan untuk dikonsumsi, hanya sekitar 10-40% saja yang dapat diserap.Kehadiran zat mineral lain yang tinggi dalam tubuh, seperti zat besi dan tembaga serta adanya kandungan phytat pada bayam, kangkung dan sayuran lain, ternyata menghambat penyerapan seng di mukosa usus. Namun, jika zat-zat tersebut difermentasikan, malah dapat meningkatkan penyerapan seng. Jika tubuh Anda tidak mendapat suplai seng yang cukup, biasanya akan muncul tanda-tanda atau gejala.
Berikut adalah tanda-tanda bila mengalami kekurangan seng menurut U.S. National Library of Medicine:
  •  Rata-rata pertumbuhan yang lambat.ü
  •  Tidak ada selera atau nafsu makan.ü
  •  Penyembuhan luka yang lambat, muncul lesi pada kulit dan infeksi yang tak kunjung sembuh.ü
  •  Kelelahan yang hebat.ü
  •  Kerontokan pada rambut.ü
  •  Ketidaknormalan pada kemampuan mengecap rasa dan mencium bau.ü
  •  Kesulitan dalam melihat dikegelapan.ü
  •  Menurunnya produksi hormon pada pria (infertilitas).ü
Khusus untuk poin terakhir, kekurangan seng akan mengganggu proses pembentukan sperma dan perkembangan organ seks primer dan sekunder pada pria.
Kekurangan seng pada pria menyebabkan menurunnya fungsi testikular (testicular hypofunction) yang berdampak pada terganggunya proses spermatogenesis dan produksi hormon testosteron oleh sel-sel Leydig. Testosteron adalah hormon yang mempengaruhi libido dan ciri-ciri kelamin sekunder laki-laki.
Dalam keadaan normal atau sehat jumlah yang dianjurkan untuk pria dewasa sebanyak 15 mg per hari, sedangkan wanita 12 mg per hari. Cara aman mendapatkan zat gizi seng adalah dengan mengonsumsi makanan kaya seng.
Makanan yang kadar sengnya tinggi antara lain kerang, daging sapi, hati, dan rempah/bumbu makanan (spices). Sumber makanan yang baik adalah keju cheddar, kepiting, daging kambing muda, kacang tanah, dan hewan ternak.
Selain itu, ada pula beberapa unsur makanan yang akan menghambat penyerapan seng dalam tubuh, yaitu tinggi kadar kalsium, asam fitat, dan mineral copper. Untuk itu, konsumsi makanan penghambat ini perlu dikurangi jumlah dan frekuensinya.
  •  Yodium/iudium
Jenis mineral ini, selalu dihubung-hubungkan dengan garam. Bahkan WHO, lembaga kesehatan dunia milik PBB, pernah mencanangkan gerakan konsumsi garam beryodium di negara berkembang. Sebenarnya yodium hanyalah mineral yang ‘dititipkan’ pada garam. Hal ini disebabkan karena sebagian besar masyarakat di dunia menggunakan garam untuk memasak. Namun, sumber yodium terbesar adalah seafood, seperti: kerang, udang, rumput laut dan aneka ikan serta hasil olahannya
Peran yodium bagi tubuh Yodium tergolong sebagai mikro mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Di dalam tubuh, yodium sangat dibutuhkan oleh kelenjar tiroid (kelenjar yang agak besar dan berada di leher depan bagian bawah). Oleh kelenjar tiroid, yodium digunakan untuk memproduksi tiroksin. Tiroksin adalah hormon yang mengatur aktivitas berbagai organ, mengontrol pertumbuhan, membantu proses metabolisme, bahkan menentukan berapa lama seseorang bertahan untuk hidup.Jika persediaan yodium di dalam tubuh sangat rendah maka kelenjar tiroid akan membesar sehingga membentuk benjolan pada leher yang biasanya disebut penyakit hipotiroid. Meski sama-sama mengalami pembengkak pada bagian leher, hipotiroid berbeda dengan penyakit gondok (goitre) yang disebabkan karena virus.Jika tidak segera diobati, penderita hipotiroid akan mengalami anemia, sistem pernafasan melemah, penderita mengalami kejang, sehingga aliran darah ke otak berkurang sampai akhirnya terjadi gagal jantung.
Pada ibu hamil, kekurangan hormon tiroid, dikhawatikan bayinya akan mengalami cretenisma, yaitu tinggi badan di bawah ukuran normal (cebol) yang disertai dengan keterlambatan perkembangan jiwa dan tingkat kecerdasan.
Tanda-tanda lain akibat hipotiroid ialah kelopak mata tampak lebih cembung, muka kelihatan suram, lesu, rambut kasar, lidah bengkak dan suara parau.
Lalu, apa yang terjadi jika tubuh kita kelebihan yodium?
Kelebihan yodium di dalam tubuh dikenal juga sebagai hipertiroid. Hipertiroid terjadi karena kelenjar tiroid terlalu aktif memroduksi hormon tiroksin. Biasanya ditandai gejala mudah cemas, lemah, sensitif terhadap panas, sering berkeringat, hiperaktif, berat badan menurun, nafsu makan bertambah, jari-jari tangan bergetar, jantung berdebar-debar, bola mata menonjol serta denyut nadi bertambah cepat dan tidak beraturan.Untuk memenuhi kecukupan yodium sebaiknya di dalam menu sehari-hari sertakan bahan bahan pangan yang berasal dari laut. Kebutuhan yodium perhari sekitar 1-2 mikrogram per kg berat badan. Kecukupan yang dianjurkan sekitar 40-120 mikrogram/ hari untuk anak sampai umur 10 tahun, 150 mikrogram/ hari untuk orang dewasa. Untuk wanita hamil dan menyusui dianjurkan tambahan masing-masing 25 mikrogram dan 50 mikrogram/ hari.
  •  Selenium
Selenium telah menunjukkan diri sebagai salah satu dari agen-agen antikanker yang lebih kuat. Apabila ia digabungkan dengan vitamin E, efektivitas keduanya terhadap kanker akan sangat meningkat. Mereka bersama-sama bekerja sebagai antikanker yang kuat, sistem antipenuaan yang disebut glutation peroksidase (GSH). Kombinasi ini membentuk satu antioksidan yang paten, dan karenanya, pemakan radikal bebas ini melindungi membran-membran sel dari serangan radikal bebas. GSH oleh beberapa orang dilukiskan menyerupai miniatur kekuatan polisi yang mencari dan menghancurkan sel-sel pemberontak dan radikal-radikal bebas dalam tubuh. Tidak usah ditanyakan lagi bahwa mereka merupakan senjata penting bagi tubuh untuk mencegah kanker. Jumlah vitamin E dalam diet seseorang mempengaruhi kadar GSH di dalam tubuh.
Sejumlah kemampuan murni lainnya yang ditunjukkan oleh selenium:
  • ü Selenium meningkatkan efisiensi sehingga DNA dapat memperbaiki dirinya sendiri. Pada kadar tinggi selenium bersifat langsung sebagai racun terhadap sel-sel kanker.
  •  Selenium menghambat pertumbuhan tumor dalam jaringan payudara manusia.ü
  •  Selenium dapat mendeaktivasi toksisitas radiasi di dalam tubuh.ü
  •  Selenium bekerja membersihkan darah dari efek kemoterapi dan malfungsi liver.ü
  •  Selenium merupakan stimulan yang paten bagi sistem kekebalan.ü
Jadi betapa pentingnya mineral ini bagi pejuang kanker. Para ilmuwan telah memperhatikan adanya hubungan langsung antara insiden kanker dan kadar selenium di dalam tanah di berbagai negara yang berbeda. Bilamana kadarnya lebih rendah, insiden kanker pada populasi tersebut meningkat.
 Tembaga
a. Sumber makanan utama :
Daging, tiram, kacang-kacangan, tanaman polong yang dikeringkan, gandum.
b. Fungsi utama dalam tubuh :
• Komponen enzim
• Pembentukan sel darah merah
Pembentukan tulang
c. Akibat Dari Kekurangan & Kelebihan :
Kekurangan : Anemia pada anak² yg menderita malnutrisi.
Kelebihan : Pengendapan tembaga dalam otak, kerusakan hati.
d. Kebutuhan Harian Dewasa :
Dibutuhkan 2 miligram
Sistem tubuh pada orang-orang yang menderita kanker telah didapati kekurangan tembaga. Oleh karenanya, tembaga tercakup dalam suplemen-suplemen lainnya disamping mineral-mineral cairan.
 Mangan
v
a. Sumber makanan utama :
Gandum, buah-buahan yg dikeringkan
b. Fungsi utama dalam tubuh :
Komponen enzim
c. Akibat Dari Kekurangan & Kelebihan :
Kekurangan :
  • • Penurunan berat badan,
  • • iritasi kulit,
  • • mual & muntah,
  • • perubahan warna rambut,
  • • pertumbuhan rambut yg lambat
Kelebihan :Kerusakan saraf
d. Kebutuhan Harian Dewasa :
Dibutuhkan 3,5 miligram
 Chromium
v
Chromium adalah sejenis mineral mikro yang esensial bagi tubuh. Esensial dalam hal ini berarti tidak bisa diproduksi oleh tubuh dan harus didapatkan dari sumber luar (seperti makanan dan suplementasi). Fungsinya hampir sama dengan insulin yang diproduksi oleh tubuh yaitu untuk mendorong glukosa (karbohidrat) ke dalam sel untuk dijadikan energi. Asupan chromium yang optimal tampaknya menurunkan jumlah insulin yang diproduksi agar tidak terlalu banyak menjaga kadar gula darah.
Di dalam tubuh manusia dewasa pada umumnya mengandung 0,4 mg hingga 6 mg Chromium, dengan kadar yang lebih rendah umumnya dimiliki oleh individu yang berusia lanjut. Dalam beberapa studi kesehatan berdasarkan variasi geografis (tempat tinggal), ditemukan adanya hubungan yang kuat antara asupan gizi Chromium dengan penyakit diabetes dan jantung. Di tempat yang masyarakatnya mengkonsumsi cukup Chromium, jumlah penderita diabetes dan jantung jauh lebih sedikit daripada tempat yang masyarakatnya tidak mengkonsumsikan cukup Chromium.
Sumber alami Chromium: Gandum, kuning telur, bayam, daging sapi, susu dan kacang hijau.
 Fluor
Sudah ada kontroversi tentang fluor yang ditambahkan ke dalam air. Walaupun tidak begitu diperlukan, fluor terbukti dapat melindungi lubang gigi saat dikonsumsi dalam jumlah menengah (di bawah 4 mg/l). Fluor bertanggung jawab terhadap pencegahan kerusakan gigi yang terjadi di Amerika Serikat mulai pertengahan tahun 1980-an. Tindakan khusus harus dilakukan saat jumlah fluor yang dikonsumsi oleh anak-anak. Tingkat fluor diatas 2mg/l dapat merusak pertumbuhan gigi orang dewasa sebelum menjadi gigi tetap
Sumber fluor di antaranya adalah air, makanan laut, tanaman, ikan dan makanan hasil ternak. Sedangkan fungsi fluor di antaranya adalah :
• Untuk pertumbuhan dan pembentukkan struktur gigi.
• Untuk mencegah karies gigi.
D.Proses metabolisme Mineral Mikro
Dalam proses metabolisme energi tubuh, mineral-mineral yang diperoleh melalui konsumsi bahan pangan dalam keseharian ini akan terlibat dalam proses pengambilan energi dari simpanan glukosa (glycolysis), pengambilan energi dari simpanan lemak (lipolysis), pengambilan energi dari simpanan protein (proteolysis) serta juga terlibat dalam pengambilan energi dari phosphocreatine (PCr). Mineral mikro (Trace Mineral) sangat penting untuk tubuh manusia.
Mineral mikro (trace Mineral) memegang peranan penting dalam metabolisme tubuh, bertindak sebagai katalisator dalam berbagai substansi dan juga membantu enzim untuk melaksanakan kerjanya.
E.Peran Mineral Mikro Esensial Dalam Tubuh
Secara garis besar, mineral esensial dapat dikelompokkan menurut fungsi metaboliknya atau fungsinya dalam proses metabolisme zat makanan. Dalam tubuh, mineral ada yang bergabung dengan zat organik, ada pula yang berbentuk ion-ion bebas.Tiap unsur esensial mempunyai fungsi yang berbeda-beda bergantung pada bentuk atau senyawa kimia serta tempatnya dalam cairan dan jaringan tubuh (Puls 1994).
Tembaga merupakan unsur esensial yang bila kekurangan dapat menghambat pertumbuhan dan pembentukan hemoglobin. Tembaga sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme, pembentukan hemoglobin, dan proses fisiologis dalam tubuh (Richards 1989; Ahmed et al. 2002).Tembaga ditemukan dalam protein plasma,seperti seruloplasmin yang berperan dalam pembebasan besi dari sel ke plasma. Tembaga juga merupakan komponen dari protein darah, antara lain eritrokuprin, yang ditemukan dalam eritrosit (sel darah merah) yang berperan dalam metabolisme oksigen (Darmono 1995; 2001). Selain ikut berperan dalam sintesis hemoglobin, tembaga merupakan bagian dari enzim-enzim dalam sel jaringan. Tembaga berperan dalam aktivitas enzim pernapasan,sebagai kofaktor bagi enzim tirosinase dan sitokrom oksidase.
Tirosinase mengkristalisasi reaksi oksidasi tirosin menjadi pigmen melanin (pigmen gelap pada kulit dan rambut). Sitokrom oksidase, suatu enzim dari gugus heme dan atom-atom tembaga, dapat mereduksi oksigen (Davis dan Mertz 1987; Mills 1987; Sharma et al.2003).
Zat besi dalam tubuh berperan penting dalam berbagai reaksi biokimia,antara lain dalam memproduksi sel darah merah. Sel ini sangat diperlukan untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Zat besi berperan sebagai pembawa oksigen, bukan saja oksigen pernapasan menuju jaringan, tetapi juga dalam jaringan atau dalam sel (Brock dan Mainou-Fowler 1986; King 2006). Zat besi bukan hanya diperlukan dalam pembentukan darah, tetapi juga sebagai bagian dari beberapa enzim hemoprotein (Dhur et al1989). Enzim ini memegang peran penting dalam proses oksidasi-reduksi dalam sel. Sitokrom merupakan senyawa heme protein yang bertindak sebagai agens dalam perpindahan elektron pada reaksioksidasi-reduksi di dalam sel.
iodin merupakan komponen esensial tiroksin dan kelenjar tiroid. Tiroksin berperan dalam meningkatkan laju oksidasi dalam sel sehingga meningkatkan Basal Metabolic Rate (BMR).Tiroksin juga berperan menghambat proses fosforilasi oksidatif sehingga pembentukan Adenosin Trifosfat (ATP) berkurang dan lebih banyak dihasilkan panas. Tiroksin juga mempengaruhi sintesis protein (Mills1987; Darmono 1995). Iodin secara perlahan-lahan diserap dari dinding saluran pencernaan ke dalam darah. Penyerapan tersebut terutama terjadi dalam usus halus, meskipun dapat berlangsung pula dalam lambung. Dalam usus, iodin bebas atau iodat mengalami reduksi menjadi iodida sebelum diserap tubuh. Dalam peredaran darah, iodida menyebar ke dalam cairan ekstraseluler seperti halnya klorida. Iodida yang masuk ke dalam kelenjar tiroid dengan cepat dioksidasi dan diubah menjadi iodin organik melalui penggabungan dengan tiroksin. Proses tersebut terjadi pula secara terbatas dalam ovum (Graham 1991; Puls 1994; Lee et al. 1999).
Seng merupakan komponen penting pada struktur dan fungsi membran sel, sebagai antioksidan, dan melindungi tubuh dari serangan lipid peroksidase. Seng berperan dalam sintesis dan transkripsi protein, yaitu dalam regulasi gen.
Pada suhu tinggi,tubuh banyak mengeluarkan keringat dan seng dapat hilang bersama keringat sehingga perlu penambahan (Richards 1989; Ahmed et al. 2002). Ikatan enzim seng yang merupakan katalis reaksi hidrolitik melibatkan enzim pada bagian aktif yang bertindak ”superefisien”. Enzim karbonik anhidrase meng-katalisis CO2 dalam darah, enzim karboksi peptidase mengkatalisis protein dalam prankreas, enzim alkalin fosfatase.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Mineral mikro esensial mempunyai peran sangat penting dalam kelangsungan hidup Kekurangan atau kelebihan mineral mikro esensial dapat menyebabkan penyakit. Unsur mineral merupakan salah satu komponen yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup di samping karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin, juga dikenal sebagai zat anorganik atau kadar abu.
Mineral merupakan unsur esensial bagi fungsi normal sebagian pengendalian komposisi cairan tubuh 65%.Untuk pemeliharaan fungsi tubuh, manusia memerlukan mineral dalam jumlah tertentu. Mineral yang dibutuhkan tubuh hingga saat ini dikenal dengan nama mineral makro dan mineral mikro.Intake (asupan) makanan sehari-hari, membantu manusia mendapatkan zat yang diperlukan tubuh. Dinamakan mineral mikro, karena tubuh hanya memerlukan dalam jumlah kurang dari 100 mg saja. Jumlah yang memang sangat kecil, tapi sudah mencukupi bagi tubuh.
Mineral esensial yaitu mineral yang sangat diperlukan dalam proses fisiologis makhluk hidup untuk membantu kerja enzim atau pembentukan organ. Unsur-unsur mineral esensial dalam tubuh terdiri atas dua golongan, yaitu mineral makro dan mineral mikro.


Fermentasi

Fermentasi merupakan kegiatan mikrobia pada bahan pangan sehingga dihasilkan produk yang dikehendaki. Mikrobia yang umumnya terlibat dalam fermentasi adalah bakteri, khamir dan kapang. Contoh bakteri yang digunakan dalam fermentasi adalah Acetobacter xylinum pada pembuatan nata decoco, Acetobacter aceti pada pembuatan asam asetat. Contoh khamir dalam fermentasi adalah Saccharomyces cerevisiae dalam pembuatan alkohol sedang contoh kapang adalah Rhizopus sp pada pembuatan tempe, Monascus purpureus pada pembuatan angkak dan sebagainya.
Pada tahun 1850, Pasteur memecahkan masalah yang timbul dalam industri anggur. Dengan meneliti anggur yang baik dan anggur yang kurang bagus Pasteur menemukan mikroorganisme yang berbeda. Mikroorganisme tertentu mendominasi anggur yang bagus sementara tipe mikroorganisme lain mendominasi anggur yang kurang bagus. Dia menyimpulkan bahwa pemilihan mikroorganisme yang sesuai akan menghasilkan produk yang bagus. Untuk itu dia memusnahkan mikroba yang telah ada dalam sari buah anggur dengan cara memanaskannya. Setelah dingin ke dalam sari buah tersebut diinokulasi dengan anggur yang berkualitas baik yang mengandung mikroorganisme yang diinginkan. Hasilnya menunjukkan bahwa anggur yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan tidak mengalami perubahan aroma selama disimpan jika sebelumnya dipanasi dulu selama beberapa menit pada 50–60. Proses ini dikenal dengan pasteurisasi yang digunakan secara luas di bidang industri makanan. Sebelumnya orang meningkatkan produk fermentasi melalui trial and error dimana sebelumnya tidak tahu bahwa kualitas produk tergantung pada mikroorganisme tertentu.
http://aguskrisnoblog.files.wordpress.com/2011/01/teknologi-fermentasi.jpg?w=300&h=213
Peranan Teknologi Fermentasi
Ilmu teknik terapan yang mendasari industri fermentasi melalui pemanfaatan secara terpadu berbagai cabang ilmu seperti : Mikrobiologi, Biokimia, Kimia, Keteknikan, rekayasa Genetika dan Biologi Molekuler.
A. Industri Fermentasi
1. Perang Dunia I : Industri Gliserol, aseton-butanol, antibiotika
2. Teknik isolasi mikroba, penggunaan biakan murni dst
3. Penggunaan fermentor
B. Produk-produk Fermentasi
a. Alkohol,Bir, khamer (fermentasi bahan yang mengandung pati atao kadar gula tinggi dengan menggunakan ragi Sacharomyces cereviciae).
ada 3 tahap :
- Pembuatan lart.nutrien
- Fermentasi
- Destilasi etanol
b. MSG (monosodium glutamat), fermentasi dari media tebu, jagung, beras, cassava, biang gula dan sagu.
c. Produk minuman seperti Calpico.
d. Kecap (cina sejak 722 SM), coklat, teh hitam, keju
e. Peuyeum/ tape (fermentasi gula dalam singkong dengan khamir/ragi)
Perkembangan Teknologi Fermentasi
Fermentasi memiliki arti yang berbeda bagi ahli biokimia dan mikrobiologi industry. Arti fermentasi pada bidang biokimia dihubungkan dengan pembangkitan energi oleh katabolisme dengan senyawa organik. Sedangkan pada bidang mikrobiologi industri , fermentasi punya arti yang luas, meliputi semua proses untuk menghasilkan produk dari pembiakan mikroorganisme. Sebagai teknik pengolahan bahan makanan, teknologi fermentasi sudah dkenal masyarakat sejak lama, meski masih dalam bentuk yang sangat sederhana, misalnya pembuatan tape singkong atau beras.
Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi fermentasi adalah ilmu teknik terapan yang mendasari industry fermentasi, melalui pemanfaatan secara terpadu sebagai cabang ilmu seperti : mikrobiologi, biokimia, dan lain-lain.Kemajuan dalam bidang teknologi ini, telah memungkinkan manusia untuk mendapatkan berbagai produk yang tidak dapat atau sulit diperoleh melalui proses kimia, yang pada gilirannya bisa memproses bahan mentah berharga murah menjadi suatu produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berguna bagi masyarakat.
Teknologi pengolahan bahan organik dengan cara fermentasi (peragian) pertama kali dikembangkan di Okinawa Jepang oleh Profesor Dr. Teruo Higa pada tahun 1980. Teknologi ini dikenal dengan teknologi EM (Effective Microorganisms).
Sebelum tahun 1980, penelitian dan penerapan proses fermentasi masih terbatas pada proses fermentasi untuk pembuatan bahan makanan, termasuk pakan ternak, dan belum banyak dilakukan untuk pengolahan limbah organik serta penyuburan tanah. Di Indonesia kita sudah mengenal proses fermentasi ini melalui proses peragian kedelai dalam pembuatan tempe, tauco, kecap; fermentasi singkong menjadi tape; fermentasi susu menjadi keju, yogurt; serta masih banyak lagi produk fermentasi hasil kerja mikroorganisme fermentasi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Fermentasi merupakan proses penguraian atau perombakan bahan organik yang dilakukan dalam kondisi tertentu oleh mikroorganisme fermentatif. Kondisi lingkungan yang mendukung proses fermentasi antara lain adalah (1) derajat keasaman atau pH rendah, antara 3-4; (2) kadar garam dan kandungan gula yang tinggi; (3) kadar air sedang antara 30-50%, (4) kandungan antioksidan dari tanaman rempah dan obat, serta (5) adanya mikroorganisme fermentasi.
Teknologi fermentasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan keanekaragaman biologi tanah, meningkatkan kualitas air, mengurangi kontaminasi tanah dan merangsang penyehatan dan pertumbuhan tanaman yang semua itu berarti meningkatkan hasil.
Hasil fermentasi bahan organik tanah dapat menciptakan kondisi yang baik bagi pertumbuhan jamur pemangsa nematoda (cacing) parasit, sehingga dapat menurunkan populasi cacing parasit tanaman di dalam tanah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar