Sabtu, 11 Februari 2012

Praktikum Indikator Asam-Basa


LAPORAN KIMIA ASAM-BASA
TUGAS KELOMPOK KIMIA
LAPORAN ASAM – BASA
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s320x320/284793_230312540343325_226618437379402_634242_396920_n.jpg
Anggota Kelompok :
1.     Ine Sri Rahayu
2.     M. Herdy Iskandar
3.     M. Gyan Azmy
4.     Putri Patnasari
5.     Rizky Wijayanti
6.     Sulastri Utari


SMA NEGERI 1 CICURUG KABUPATEN SUKABUMI
Jl. Koramil No. Telp (0266) 731350. Cicurug – Sukabumi 43359
HASIL LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
LARUTAN ASAM BASA
A.     PENDAHULUAN
Selama ini indikator asam basa banyak menggunakan zat kimia atau lakmus. Namun bagi sekolah yang tidak memiliki bahan tersebut tentunya akan kesulitan dalam prosedur pengamatan larutan asam basa. Selain itu, zat kimia atau lakmus, harganya cukup mahal. Diperlukan kreativitas Guru Kimia untuk menggunakan alat dan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Sebenarnya indikator asam basa dapat dibuat dengan menggunakan bahan dari lingkungan sekitar. Prinsip indikator adalah bahan yang memberikan warna berbeda pada lingkungan asam dan basa. Pada umumnya bahan yang memiliki warna menyolok memiliki sifat memberikan warna yang berbeda pada kedua suasana tersebut.
Beberapa jenis bunga dengan warna menyolok dapat dijadikan menjadi indikator asam basa. Jenis bunga yang bagus adalah Bunga Sepatu, Bunga Mawar, Bunga Melati, Bunga Kertas, yang memiliki warna merah menyala. Namun Kunyit, Pandan, dan Kulit Manggis pun bias dijadikan sebagai indicator asam basa.
B.      Tujuan
Untuk mengetahui kandungan asam basa pada tanaman yang ada di sekitar kita.
C.      Alat dan Bahan
·         Alat
Ø  Pipet
Ø  Saringan
Ø  Pisau
Ø  Tabung Reaksi
·         Bahan
v  Indikator Alami :
Ø  Bunga Sepatu
Ø  Bunga Mawar
Ø  Kulit Manggis
Ø  Daun Suji
Ø  Daun Pandan
Ø  Bunga Kertas
Ø  Bunga Melati
v  Sampel :
Ø  Alkohol
Ø  Air Sabun
Ø  Air Jeruk
Ø  Cuka
Ø  Air
·        Prosedur Kerja :
§  Bunga Kembang Sepatu
1.      Tumbuk kembang sepatu sampai halus, kemudian beri sedikit air dan diperas airnya menjadi ekstrak kembang sepatu
2.      Masukkan alkohol, air sabun, air jeruk, cuka, dan air ke dalam masing-masing tabung reaksi yang telah disediakan.
3.      Teteskan ekstrak kembang sepatu ke dalam masing-masing tabung reaksi menggunakan pipet sebanyak 10 tetes setiap tabung.
4.      Amati perubahan warna yang terjadi.
§  Bunga Mawar
1.      Tumbuk Bunga Mawar sampai halus, kemudian beri sedikit air dan diperas airnya menjadi ekstrak bunga mawar.
2.      Masukkan alkohol, air sabun, air jeruk, cuka, dan air ke dalam masing-masing tabung reaksi yang telah disediakan.
3.      Teteskan ekstak bunga mawar ke dalam masing-masing tabung reaksi menggunakan pipet sebanyak 10 tetes setiap  tabung.
4.      Amati perubahan warna yang terjadi
§  Kulit Manggis
1.      Tumbuk kulit manggis sampai halus, kemudian beri sedikit air dan diperas airnya menjadi ekstrak kulit manggis
2.      Masukkan alkohol, air sabun, air jeruk, cuka, dan air ke dalam masing-masing tabung reaksi yang telah disediakan
3.      Teteskan ekstrak kulit manggis ke dalam masing-masing tabung reaksi menggunakan pipet sebanyak 10 tetes setiap tabung.
4.      Amati perubahan warna yang terjadi.
§  Daun suji
1.      Tumbuk daun suji sampai halus, kemudian beri sedikit air dan diperas airnya menjadi ekstrak daun suji
2.      Masukkan alkohol, air sabun, air jeruk, cuka, dan air ke dalam masing-masing tabung reaksi yang telah disediakan.
3.      Teteskan ekstrak daun suji ke dalam masing-masing tabung rekasi menggunakan pipet sebanayak 10 tetes setiap tabung.
4.      Amati perubahan warna yang terjadi.
§  Daun Pandan
1.      Tumbuk daun pandan sampai halus, kemudian beri sedikit air dan diperas airnya menjadi ekstrak daun pandan
2.      Masukkan alkohol, air sabun, air jeruk, cuka, dan air ke dalam masing-masing tabung reaksi yang telah disediakan.
3.      Teteskan ekstrak daun pandan ke dalam masing-masing tabung reaksi menggunakan pipet sebanyak 10 tetes setiap tabung.
4.      Amati perubahan warna yang terjadi.

§  Bunga Kertas
1.      Tumbuk bunga kertas sampai halus, kemudian beri sedikit air dan diperas airnya menjadi ekstrak bunga kertas
2.      Masukkan alkohol, air sabun, air jeruk, cuka, dan air ke dalam masing-masing tabung reaksi yang telah disediakan.
3.      Teteskan ekstrak bunga kertas ke dalam masing-masing tabung reaksi menggunakan pipet sebanyak 10 tetes setiap tabung.
4.      Amati perubahan warna yang terjadi.
§  Bunga Melati
1.      Tumbuk bunga melati sampai halus, kemudian beri sedikit air dan diperas airnya menjadi ekstrak bunga melati
2.      Masukkan alkohol, air sabun, air jeruk, cuka, dan air ke dalam masing-masing tabung reaksi yang telah disediakan.
3.      Teteskan ekstrak bunga melati ke dalam masing-masing tabung reaksi menggunakan pipet sebanyak 10 tetes setiap tabung.
4.      Amati perubahan warnanya.

·         Teori Penunjang :
Menurut Arrhenius, Asam adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air akan memberikan ion hidrogen (H+ ) dalam suatu larutan, Basa adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air akan memberikan ion hidroksida (OH-) dalam suatu larutan.
Menurut Bronsted-Lowry, Asam adalah Spesi yang dapat memberikan proton atau donor proton (H+ ). Basa adalah Spesi yang dapat menerima proton atau akseptor proton (H+ ).
Menurut Lewis asam adalah spesi yang bertindak sebagai penerima pasangan elektron (Akseptor elektron). Basa adalah spesi yang bertindak sebagai pemberi pasangan elektron (donor elektron).
Indikator adalah zat yang dapat digunakan untuk menunjukkan sifat suatu zat melalui perubahan warnanya yang khas. Setiap zat atau senyawa mempunyai sifat asam ,basa atau netral. Indikator ini dapat berupa indikator universal atau lakmus biru - lakmus merah yang dibuat di laboratorium, atau juga dapat menggunakan indikator asam-basa dengan bahan dari alam.
Indikator asam-basa alami menggunakan bahan-bahan dari alam seperti bunga sepatu, bunga hidrangea, kol ungu, kunyit, kembang kertas dan beberapa jenis tumbuhan lainnya. Indikator asam-basa yang baik adalah zat warna yang memberi warna berbeda dalam larutan asam dan larutan basa.





·        Kesimpulan

Indikator Bahan Alami
Larutan Yang Diuji
Sebelum Ditetesi Ekstrak
Perubahan Warna
Tergolong Zat (Asam / Basa)
Bunga Sepatu
Alkohol
Bening
Tidak bercampur / memisah


Air Sabun
Hijau
Hijau


Air Jeruk
Kuning
Orange Kecoklatan


Cuka
Bening
Merah


Indikator Bahan Alami
Larutan Yang Diuji
Sebelum Ditetesi Ekstrak
Perubahan Warna
Tergolong Zat (Asam / Basa )
Bunga Mawar
Alkohol
Bening
Keruh dan ada endapan


Air Sabun
Hijau
Hijau lumut


Air Jeruk
Kuning
Orange kecoklatan


Cuka
Bening
Merah


Indikator Bahan Alami
Larutan Yang Diuji
Sebelum Ditetesi Ekstrak
Perubahan Warna
Tergolong Zat ( Asam / BAsa)
Kulit Manggis
Alkohol
Bening
Orange Terang


Air Sabun
Hijau
Colat Tua


Air Jeruk
Kuning
Coklat Muda


Cuka
Bening
Jingga




Indikator Bahan Alami
Larutan Yang Diuji
Sebelum Ditetesi Ekstrak
Perubahan Warna
Tergolong Zat ( Asam / BAsa)
Daun Suji
Alkohol
Bening
Hijau Muda Lebih Bening


Air Sabun
Hijau
Hijau Keruh


Air Jeruk
Kuning
Hijau Keruh Kekuningan


Cuka
Bening
Hijau Muda Bening


Indikator Bahan Alami
Larutan Yang Diuji
Sebelum Ditetesi Ekstrak
Perubahan Warna
Tergolong Zat ( Asam / BAsa)
Daun Pandan
Alkohol
Bening
Hijau Daun


Air Sabun
Hijau
Hijau Pucat


Air Jeruk
Kuning
Hijau Alpukat


Cuka
Bening
Hijau Muda


Indikator Bahan Alami
Larutan Yang Diuji
Sebelum Ditetesi Ekstrak
Perubahan Warna
Tergolong Zat ( Asam / BAsa)
Bunga Kertas
Alkohol
Bening
Merah Hati


Air Sabun
Hijau
Pink


Air Jeruk
Kuning
Orange


Cuka
Bening
Merah gelap




Indikator Bahan Alami
Larutan Yang Diuji
Sebelum Ditetesi Ekstrak
Perubahan Warna
Tergolong Zat ( Asam / BAsa)
Bunga Melati
Alkohol
Bening



Air Sabun
Hijau



Air Jeruk
Kuning



Cuka
Bening



Jadi, bahan-bahan alami seperti Bunga Kembang Sepatu, Bunga Wawar, Kulit Manggis, Daun Suji, Daun Pandan, Bunga Kertas dan Bunga Melati juga dapat dijadikan sebagai indikator alami yang dapat menentukan sifat asam-basa suatu zat.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar