Minggu, 25 Desember 2011

Fakta Unik Tentang Nanas

Fakta Unik Tentang Nanas

Walaupun di beberapa tempat sudah mulai turun hujan, tidak sedikit juga daerah yang keadaan cuacanya masih saja panas terik seperti daerah yang Rendra tinggali ini. Nah, kalau dah seperti ini enaknya makan buah-buahan yang segar seperti jeruk, apel, atau buah nanas. Khusus untuk buah nanas selain segar, rasanya juga manis dan memiliki kekhasan sendiri, sangat pas dah pokoknya menurut Rendra. Oke gak usah kelamaan.. inilah fakta-fakta unik tentang buah nanas tersebut.

# Fakta Unik Tentang Nanas 1
Tanaman nanas aslinya berasal dari daerah belantara Amerika Selatan tepatnya di daerah Brazil dan Paraguay.

# Fakta Unik Tentang Nanas 2
Christopher Columbus menemukan pertama kali tanaman nanas di Guadalupe, kepulauan Karibia pada tahun 1493 dan dia membawanya kembali ke Spanyol. Sementara itu, sejarah mencatat bahwa buah nanas pertama kali datang di Inggris pada tahun 1660.

# Fakta Unik Tentang Nanas 3
Orang Spanyolpun menggunakan kata “pine cone” untuk menyebut buah nanas tersebut karena bentuknya yang hampir sama dengan biji pinus. Setelah Christopher Columbus memperkenalkan buah nanas ke Spanyol, buah nanas menjadi sangat populer di kalangan pelaut karena dapat mencegah penyakit kudisan.

# Fakta Unik Tentang Nanas 4
Baru pada sekitar tahun 1694, kata “pine cone” yang merujuk ke buah nanas diganti menjadi “pineapple” untuk menghindari kesimpang siuran dalam perdagangan.

# Fakta Unik Tentang Nanas 5
Orang Spanyol pula yang memperkenalkan pertama kali buah nanas ke Hawaii yang sekarang telah menjadi produsen terbesar buah nanas di dunia. Sepertiga buah nanas di dunia berasal dari sana dan lebih dari 60% nanas kalengan juga diproduksi di Hawaii.

# Fakta Unik Tentang Nanas 6
Pada tahun 1911, Henry Ginaca menemukan mesin yang dapat membuaabg biji dan mengupas 35 buah nanas setiap menitnya secara otomatis. Hal ini turut mempermudah dalam pengemasan nanas kalengan.
Nanas Kalengan.
# Fakta Unik Tentang Nanas 7
Jika biasanya kita membuang kulit buah nanas ketika hendak memakannya, tidak demikian dengan industri nanas kalengan. Mereka masih memanfatakan limbah tersebut untuk berbagai macam keperluan, seperti bahan pembuatan alkohol, vinegar, atau pakan ternak.

# Fakta Unik Tentang Nanas 8
Buah Nanas membutuhkan waktu sekitar 18 bulan hingga 2 tahun untuk tumbuh maksimal. Uniknya setiap tahun tanaman ini biasanya hanya dapat berbuah 1 kali saja

# Fakta Unik Tentang Nanas 9
Buah nanas yang belum matang tidak hanya memiliki rasa yang masam tapi juga ternyata mengandung sedikit racun, memakannya dalam jumlah besar dapat mengakibatkan iritasi tenggorokan yang serius.

# Fakta Unik Tentang Nanas 10
Satu cangkir jus nanas setidaknya mengandung sekitar 135 calori dan 33% RDA penyusun Vitamin C.

Fakta Unik Tentang Mangga

Fakta Unik Tentang Mangga

Gambar Buah Mangga di info-faktaunik.blogspot.com
Rasanya manis bila sudah masak, tapi masam apabila belum, itulah Buah Mangga. Kemarin Rendra sempat memanen buah mangga ini bersama kakak saya dan hasilnya cukup memuaskan. Jumlah pohon mangga yang ada di pekarangan rumah Rendra memang cukup banyak, lebih dari 7 pohon dan Bapak saya memang sengaja menanamnya selain untuk tanaman perindang juga untuk diambil buahnya kelak. Nah karena itu Rendra mendapat inisiatif untuk menulis artikel tentang tanaman mangga ini.

# Fakta Unik Tentang Mangga 1
Tanaman Mangga aslinya berasal dari India, namun sekarang telah menyebar ke seluruh dunia. Alasan utama buah ini sangat populer karena sangat mudah tumbuh dan rasanya yang bisa dibilang unik daripada buah lain.

# Fakta Unik Tentang Mangga 2
Di berbagai belahan dunia, mangga biasa dimakan sebagai buah serta makanan pelengkap. Buah ini mengandung enzim dengan serat seperti yang kita temukan pada buah pepaya. Buah mangga juga mengandung banyak beta-Karoten yang oleh tubuh diubah menjadi vitamin A.

# Fakta Unik Tentang Mangga 3
Jika kita disuruh menjawab pertanyaan “Buah apa anak-anak yang banyak mengandung Vitamin C?”, saya yakin sebagian besar dari kita akan menjawab “Buah Jeruk”. Tidak salah memang jawaban tersebut, namun ternyata Buah mangga memiliki kandungan Vitamin C yang jauh lebih banyak daripada buah Jeruk tadi!

# Fakta Unik Tentang Mangga 4
Buah mangga dapat membantu mencegah penyakit kolestrol karena mengandung pectin yang tinggi. Yaitu semacam serat yang dapat larut dalam darah dan sangat penting untung mengatur kolestrol darah.

# Fakta Unik Tentang Mangga 5
Biasanya buah mangga dipetik dari pohonnya ketika masih hijau atau setengah matang lalu disimpan di suatu tempat selama beberapa hari agar matang sendiri. Biasanya proses penyimpanan ini berlangsung selama 2 hingga 3 hari, tergantung dari kondisi buah ketika dipetik.

# Fakta Unik Tentang Mangga 6
Membakar daun, batang, atau ranting dari tanaman mangga sangat tidak dianjurkan karena pada bagian tersebut biasanya sering terdapat berbagai jamur beracun yang apabila terkena mata atau kulit dapat menyebabkan iritasi yang serius.
Daun pohon mangga yang kelihatannya segar ini ternyata beracun.
# Fakta Unik Tentang Mangga 7
Daun Buah mangga ternyata mengandung racun dan apabila dimakan oleh ternak dapat berpotensi membunuh mereka.

Sistem Pendengaran Burung Hantu

Sistem Pendengaran Burung Hantu

Beberapa waktu yang lalu Rendra sempat memposting artikel yang bejudul Fakta Unik Tentang Burung Hantu. Dan tak disangka ternyata artikel tersebut cukup banyak yang menyukai, terbukti sampai artikel ini saya terbitkan, artikel tentang burung hantu tersebut masih menjadi Fakta terpopuler dalam bog Fakta Unik ini. Nah, karena iu hari ini Rendra ingin membahas mengenai burung hantu lagi tapi kali ini adalah tentang Sistem Pendengaran Telinga Hantu yang hebat.

Karena burung hantu lebih aktif di malam hari, dia memiliki perkembangan pendengaran yang sangat bagus. Telinganya terletak di samping kepala. Di belakang mata dan tertutup oleh bulu dari mukanya. Bentuk telinga burung hantu sendiri tergantung spesiesnya. Pada spesies tertentu, telinga yang kita lihat ternyata hanyalah sejumput bulu, bukan telinga yang sebenarnya.

Jarak pendengaran burung hantu tidaklah sebaik manusia, tetapi pendengarannya lebih halus dan tajam pada frekuensi tertentu yang memungkinkan dia mendengar mangsa mereka yang bergerak pelan di atas tanah atau dedaunan. Ketika suara berisik terdengar, burung hantu mampu memperkirakan arah datangnya suara berisik tersebut walaupun penglihatannya cukup buruk dengan cara merasakan perbedaan waktu bunyi yang diterima oleh telinga kanan dan telinga kiri. Contohnya jika bunyi mangsanya berasal dari sisi kiri, maka dia akan terbang ke arah kiri karena telinga kiri menerima bunyi terlebih dahulu. Setelah itu burung hantu akan merasakan arah sudut terbang yang pas apabila kedua telinganya telah mendengar bunyi secara bersamaan. Burung hantu sendiri dapat merasakan perbedaan waktu bunyi yang datang tersebut hingga ketelitian 0.00003 detik!

Penerjemahan sinyal bunyi yang berasal kanan, kiri, bawah, dan atas tersebut terkombinasi secara cepat di otak burung hantu sehingga menciptakan gambaran visual tentang lingkungan sesungguhnya dari sumber suara. Penelitian tentang otak burung hantu telah mengungkapkan bahwa medulla(bagian otak yang berasosiasi dengan pendengaran) burung hantu lebih kompleks daripada burung lain. Burung hantu yang tinggal di peternakan misalnya, dia memiliki minimal 95,000 neuron, jumlah tersebut 3 kali lebih banyak daripada neuron yang dimiliki oleh seekor sapi.
Burung hantu yang bersiap menerkam mangsanya.
Setelah menemukan arah yang pas dari mangsanya, kepala burung hantu akan tetap segaris dengan arah suara terakhir yang didengarnya. Jika mangsanya bergerak dia dapat dengan cepat dapat membetulkan arah. Ketika jarak dengan mangsanya sudah berkisar 60 cm dia akan mengacungkan kakinya yang memiliki cakar-cakar tajam ke depan kepala dan akhirnya brakkkk... Mangsanya pun akhirnya tertangkap.

Fakta Unik Tentang Kalajengking

Fakta Unik Tentang Kalajengking

Fakta Unik Kalajengking
Mungkin bila kita melihat hewan ini di sudut ruangan, pikiran kita akan cepat bereaksi untuk segera membunuhnya. Beberapa diantara kita Rendra yakin malah ada yang langsung lari tunggang langgang mencari tempat perlindungan karena takut tersengat. Ya, Kalajengking. Serangga yang satu ini memang kurang disukai oleh manusia karena memiliki sengat beracun di ekornya. Bentuk fisiknya yang unik namun menakutkan bagi kebanyakan orang semakin menegaskan bahwa serangga ini adalah serangga yang berbahaya.

Berikut fakta-fakta unik tentang hewan kalajengking ini yang Rendra dapat dan ubah seperlunya dari school.ash.org.au dan bestfunfacts.com.
# Fakta Unik Tentang Kalajengking 1
Ada lebih dari 2,000 spesies kalajengking berbeda di bumi ini. Ekor kalajengking memiliki alat penyengat dengan kelenjar racun di dalamnya. 40 sampai 50 spesies diantaranya bahkan memiliki racun yang mampu untuk membunuh seorang manusia.

# Fakta Unik Tentang Kalajengking 2
Kalajengking berasal dari keluarga laba-laba. Kalajengking merupakan hewan nocturnal seperti burung hantu. Serangga ini umumnya memiliki panjang sekitar 2.5 sampai 20 sentimeter.

# Fakta Unik Tentang Kalajengking 3
Kalajengking menyukai tempat-tempat yang terbuat dari kain seperti pakaian dan celana. Itulah sebabnya, tempat favorit mereka ketika pertama masuk rumah adalah sepatu!

# Fakta Unik Tentang Kalajengking 4
Walaupun beberapa spesies memiliki mata yang jumlahnya mencapai 10, tetap saja mereka memiliki penglihatan yang buruk.

# Fakta Unik Tentang Kalajengking 5
Kulit kalajengking memiliki bahan florescent yang bisa membuat mereka berubah warna menjadi hitam apabila terkena sinar ultraviolet.

# Fakta Unik Tentang Kalajengking 6
Setelah kawin, kalajengking betina akan menjadi agresif dan mulai memakan pasangannya. Mereka bahkan akan memakan anak-anaknya bila merasa kelaparan. Saungguh wanita yang kejam!
Kalajengking Betina Memakan Pejantannya
Kalajengking betina yang sedang memakan pejantannya.
# Fakta Unik Tentang Kalajengking 7
Habitat asli dari kalajengking adalah di gurun pasir. Oleh karena itu mereka sudah terlatih untuk dapat bertahan hidup tanpa makan dan minum sampai berbulan-bulan.

10 Hewan Terkuat di Dunia

10 Hewan Terkuat di Dunia

Bicara tentang hewan-hewan tekuat di dunia, kita tidak bisa langsung menyatakan bahwa hewan-hewan terbesar seperti gajah atau paus adalah hewan yang paling kuat di muka bumi ini. Tentu saja supaya hasilnya adil, kita harus membandingkan ukuran tubuh masing-masing hewan tersebut dengan benda yang mampu dibawa atau dipindahnya. Berikut daftar 10 hewan-hewan terkuat di dunia tersebut yang Rendra dapat dari situs scienceray.com.

# 10 – Beruang Grizzly
Beruang Grizzly merupakan hewan pegunungan yang paling kuat. Beruang ini mampu mengangkat beban 0.8 kali berat tubuhnya. Jadi apabila berat tubuhnya 600 kg dia mampu mengangkat benda yang memiliki berat sekitar 480 kg.
Beruang Grizzly
# 9 – Kerang
Hewan ini mampu membawa benda yang beratnya 2 kali berat tubuhnya. Cangkangnya sangat berat dibandingkan dengan tubuhnya yang relatif kecil.
Mussel atau kerang...
# 8 – Anaconda
Ular besar ini mampu melilit dan menelan hewan lain yang memiliki ukuran sama dengan dengan dirinya hingga mati. Berat Anaconda sendiri mampu mencapai 250 kg.

# 7 – Kerbau Jantan
Dia mampu mendorong dan mengangkut benda yang memiliki berat 1.5 kali berat tubuhnya di atas permukaan tanah yang sangat kasar. Berat tubuhnya sekitar 600 kg dan dia mampu membawa beban hingga 1 ton!

# 6 – Harimau
Harimau dapat membawa benda yang beratnya 2 kali berat tubuhnya sambil meloncati pagar setinggi 3 meter. Jika berat tubuhnya adalah 300 kg maka dia dapat membawa benda yang beratnya 600 kg.
Harimau
# 5 – Elang
Burung Elang merupakan burung yang paling kuat. Burung Elang mampu membawa beban seberat 4 kali berat tubuhnya sambil terbang.
Elang sebagai burung terkuat.
# 4 – Gorilla
Teman kita yang satu ini mampu memindahkan sesuatu yang 10 kali beratnya daripada berat tubuhnya. Apabila kita asumsikan berat gorilla adalah 250 kg, maka dia dapat memindahkan benda yang beratnya 2.5 ton! Hal ini berarti kekuatannya hampir sama dengan 30 orang laki-laki dewasa.

# 3 – Semut Pemotong Daun
Semut ini mampu mengangkat daun yang beratnya 50 kali berat tubuhnya. Bayangkan hal ini sama saja dengan manusia yang mampu mengangkat sebuah truk!
Semut pemotong daun.
# 2 – Gajah
Gajah merupakan hewan mamalia yang paling kuat. Berat tubuhnya sekitar 6 ton, dan dia dapat membawa beban sekitar 10 ton. Alhasil, kekuatan seekor gajah hampir sama dengan kekuatan 130 orang laki-laki dewasa.

# 1 – Kumbang Badak
Kumbang badak tidak hanya serangga terkuat, namun juga hewan terkuat di dunia apabila dibandingkan dengan berta tubuhnya. Kumbang Badak mampu memindahkan sesuatu yang beratnya 850 kali berta tubuhnya.

10 Tanaman Paling Berbahaya di Dunia

10 Tanaman Paling Berbahaya di Dunia

10 Tanaman Paling Berbahaya di DuniaDiam-diam ular, mungkin peribahasa inilah yang cocok Rendra gunakan untuk menggambarkan tanaman-tanaman berbahaya di bawah ini. Mereka dipersenjatai oleh pertahanan alami hebat yang sebenarnya memiliki fungsi untuk membantu bertahan hidup dari pemangsa atau makhluk lain. Mulai dari hewan-hewan herbivora sampai perusak lingkungan seperti manusia kita ini. Senjata tersebut sangat beragam, ada yang berupa racun mematikan, duri-duri tajam yang mampu menyobek ban mobil hingga berbagai macam enzim yang dapat merusak organ-organ tubuh. Sungguh Tanaman-tanaman yang Berbahaya!
Berikut daftar 10 Tanaman Paling Berbahaya yang Rendra terjemahkan dan rangkum dari popularmechanics.com

# Sanggup Menelan Tikus Besar
Giant Pitcher Plant / Tanaman Kendi Raksasa : Nepenthes attenboroughii
Nepenthes attenboroughii di info-faktaunik.blogspot.com
Dapat dijumpai di 5000 kaki di atas permukaan laut Mt. Victoria Filipina, tanaman unik berbentuk menyerupai kendi ini memiliki semacam nektar yang dimiliki pada bunga seperti biasanya. Namun, nektar ini bukannya menjadi hidangan yang lezat bagi yang hinggap di tanaman ini melainkan malah menjadi jebakan paling ampuh untuk menarik perhatian mereka kemudian akan dilumat habis-habisan oleh si Tanaman Kendi Raksasa ini. Diameter mulutnya dapat mencapai 30 cm sehingga cukup besar untuk menelan seekor tikus yang kurang beruntung. Enzim-enzim dan asam-asam tajam membuat makhluk yang sudah masuk di tanaman ini hampir tidak mungkin melepaskan diri dan tinggal menunggu akhir hidupnya.
# Sering tumbuh di Taman-taman
Castor Bean Plant : Ricinus Communis
Ricinus Communis di info-faktaunik.blogspot.com
Castor Bean Plant dapat dijumpai dengan mudah di taman-taman, meskipun faktanya tanaman ini memiliki racun ricin yang mematikan, seorang pakar tanaman beracun dan mematikan, Amy Stewart menanam tanaman ini di kebun tanaman beracun miliknya, dan masalahnya tidak ada orang yang berani mencabut atau memanennya kembali.

# Tanaman Paling Beracun di Amerika Utara
Western Water Hemlock : Cicuta douglasii
Cicuta douglasii di info-faktaunik.blogspot.com
Tanaman ini mengandung racun cicutoxin, yaitu racun yang mampu menimbulkan ganggunan ketenangan yang parah, kehilangan kesadaran karena rusaknya jaringan otot hingga akhirnya meninggal dunia. Jika ditelusuri, sebenarnya tanaman berbahaya ini masih satu keluarga dengan tanaman wortel.

# Tanaman yang Telah Membunuh Ibu President Abraham Lincoln
White snakeroot : Eupatorium Rugosum
Eupatorium rugosum di info-faktaunik.blogspot.com
Meminum susu dari sapi perah yang sebelumnya sempat memakan tanaman White snakeroot dapat sangat mematikan. Hal tersebut disebakan karena setiap bagian tanaman ini mengandung tremetol dan alkohol jenuh yang dapat menyebabkan kekejangan otot sebelum membunuh korban. Hal itu pula yang menyebabkan ibu Presiden Abraham Lincoln meninggal dunia. Tidak ada satupun orang yang tahu penyebab kematian tersebut sebelum abad ke 19, sampai akhirnya Depertemen Pertanian mengungkapkan penelitiannya.

# Tanaman Terbaik untuk Membunuh Tamu Makan Malam
Monkshood : Aconitum napellus
Aconitum napellus di info-faktaunik.blogspot.com
Tanaman bewarna ungu ini tumbuh dengan racun alkaloid aconite yang dapat menyebabkan sesak dada. Ketika Ami Stewart kembali ditanya dampak terburuk apa yang dapat disebabkan, dia menjawab sekaligus bercanda yang kira-kira seperti ini “Silakan hidangkan sup monkshood dan tamu makan malam anda tidak akan pulang dengan selamat ”. :)

Jumat, 16 Desember 2011

Carita Sunda : Cukang Cisuda

Carita Sunda: Cukang Cisuda


FIKSI | 03 December 2011 | 13:04
Isuk-isuk. Hujan geus ngaguyur lembur Cihérang. Jalan anu can diaspal téh ngeyemeng ku cai. Cai hujan siga pélor anu ditembakkeun ti langit. Hawu ngadadak jadi barang anu laku. Bari meuleum sampeu, diharudum ku samping, sakulawarga siduru hareupeun hawu. Teu loba anu dicaturkeun, anu jelas ngararasakeun haneutna hawu anu ngabebela ku seuneu. Manuk piit anu biasa ricit di sawah ogé teu kadéngé, éléh ku sora hujan anu ninggang kenténg. Anu kaangseu, seungitna haseup suluh pacampur jeung seungitna sangu anu ngebul dina aseupan. Euweuh jalma anu ngulampreng, da puguh hujan. Teuing ti mana sasakalana, jalma sieun ku hujan. Anu jelas, tiap hujan turun kumpulan jalma sok langsung bubar. Hawa beuki dieu beuki tiris lain caturkeuneun.
Tukang bubur kacang héjo jeung tukang bubur hayam tara-tara ti sasari bet teu mangkal di tempat anu biasa. Bener, keur jalma anu imahna weweg, dibeton, duit keur meujeuhna merekis, kaayaan modél kitu téh matak pikabetaheun. Siduru hareupeun hawu, cikopi panas, beuleum sampeu, ngumpul jeung anak pamajikan, éstuning matak pikabungaheun, teu matak melang. Beda lamun kaayaan modél kitu keuna na téh ka jalma anu keur meujeuhna meuleukmeuk bari seuseut rejeki. Budak salima-lima, léhoan kabéh, pabéasan geus kosong, duit kari bubukna, awak katibanan ku rupa-rupa panyakit; éncok, salésma, nyeri huntu, pacampur ngahiji, katambah pamajikan keur meujeuhna bulan alaneun, disampurnakeun ku awak anu masih kénéh hirup. Jigana lamun ku pikiran pondok mah matak kabita jeung ngeunah lamun beuheung digantungkeun kana tambang dina tangkal jambu aér hareupeun imah.
“ Heueuh aing mah, hirup téh asa beuki ripuh baé. Jaba duda, hirup sorangan, imah kenténgna balocor, arék ulin duit kari gocéng!” Gerentes haté si Kemed bari ngasurkeun suluh kana jero hawu. Manéhna diuk bari nangkeup tuur, diharudum sampurna. “ Moal salah, seuseutna rejeki aing téh ieu dilantarankeun ku beuki rongkahna korupsi anu dilakukeun ku para ménak. Duh ménak harianeun siralaing téh, mani teu nyésakeun rejeki keur uing. “ Leungeunna tap nyokot bubuy boléd. “ Puhhh… jadil téh, dasar nasib aing mah bener keur tiis, ka boléd-boléd teu bisa didahar. Kulanas. Duh… jaba lapar deuih, sangu béak.. da puguh béasna ogé teu gableg. Anu puguh mah aing asa hésé ngaroko-ngaroko acan, duh… lamun aing boga pabrik roko, meureun mola hésé-hésé teuing dina kaayaan kieu téh, kari nyundut, nyottt dikenyot, pédo meureun.
“ Heuuhhh… iraha atuh rootna hujan téh??? Huuuhh…” Bari jung nangtung. Kuliat… kuliat… kukuliatan. “ Ceuk saha nguliat tanda jalma pangedulan, atuh da puguh nikmat nguliat mah. Cacakan teu gableg duit ogé, sudi lamun nguliat kudu dijual ka batur. Heuheu… aya kitu manusa anu arék meuli kuliat. Beuhhh… nepi ka iraha ogé moal aya jigana. “ Manéhna meuneurkeun kopéah. “ Duhh… duittt…. Duittt… dimana ari silaing téh duittt… na bet hésé..hésé teuing dialana, diudag lumpat diantepkeun beuki ngajauhan. Éta deuih manusa-manusa jaman baheula deurrr maké nyiptakeun duit nya?. Jadi akibatna nepi ka ayeuna. Coba lamun jalma baheula teu nyiptakeun duit, meureun moal aya babasaaan teu gableg duit, boké, moal aya anu boga hutang. Silih kadék jeung silih paéhan téh apan alatan duitttt… asliiii aing mah, hayang téh duit saalam dunya teu laku kabéh da!”
Si Kemed ngajanteng dina lawang panto. Nempo cai hujan anu ngeclakan dina tungtung kenténg. Hawa beuki tiris. Kahayangna mah berebet lumpat muru warung Mang Ujang. Bisa ngopi, ngadahar goréng pisang, jeung ngawadul kamana karep.
“ Duh… aing mah tétéla, duit, Bener,,bener nyiksa aing duit téh. Cing atuh Présidén kahayang mah awurkeun tah duit ti langit maké kapal. Lamun enya mah Présidén nyaaheun ka rahayatna, meureun aing keur dina kaayaan kieu téh moal diantep. Para ménakk… iraha atuh arék tarurun ka handap. Kahayang mah surti, waktu keur hujan kieu, solongkrong para ménak téh mikeun duit ka uing, tong loba-loba sagepok ogé teu burung bakal di tarima da ku déwék!” Keclak cai murag pas kana irungna.
“ Nyaéta, apan duit téh meureun kudu diala. Dialana téh ku digawéna urang. Arék bisa gawé kumaha, lapangan pagawéanna ogé hésé. Jadi tukang parkir? Usum ngijih kieu, jijibrugan. Ngojég payung? Harr apan payung téh kudu dibeuli ku duit. Moal enya aing kudu nginjeum payung tatangga mah, ongkohna deuih apan batur ogé perelueun payung usum ngijih kieu mah. Ari Haji Sukri kawas nu enya ngaji téh, sok mapatahan… ulah…jalma mah ulah putus harepan, kudu tigin jeung sabar dina ngala dunya. Ahh… Haji Sukri..Haji Sukri… bener ucapanna mah, ngan ari dina kanyataan mah geuning hésé dibuktikeun. Arék sabar kumaha aing ari teu boga duit mah geura.?”
Hawar-hawar kadéngé sora kohkol ditakol, tarik tur kerep, sorana awuhan pacampur jeung sora hujan. Lol jalma-jalma narolol dina lawang panto imahna séwang-séwangan. Ceuli si Kemed nepi ka direbing-rebing ngadéngékeun sora kohkol. Jalma-jalma kaluar ti imahna, ngajaranteng di tepas imah. Silih lérét jeung tatanggana. Bari karerung.
“ Aya anu maot kitu? Waas aing mah… jaba hujan kari-kari aya anu maot. Atawa aya balahi? Atawa aya nananaon. Duh.. panasaran aing mah!” Ceuk si Kemed bari muka kopéah.
“ Ukann…. Aya naon téh, euy?” Si Kemed ngagorowok, nanya ka tatanggana.
Mang Ukan culang-cileng. Mencrong ka si Kemed, bari unggeuk-unggeukkan terus nunjuk kana dadana sorangan.
“ Heueuh ka siaa… apan tatangga aing mah ngan sia sorangan, Ukannn!” Si Kemed ngagorowok deui, campur keuheul.
Ti Beulah ditu, Mang Ukan katénjo manyun, “ Oohhhh…” Kitu meureun. “ Ké lanan urang tanyakeun ka tatangga sabeulah!!!” Ceuk Mang Ukan teu éléh ngagorowok. “ Heyyy… Mamat, aya naon téh euy?”
“ Ké lanan urang Tanya ka tatangga sabeulah. “ Ceuk Kang Mamat némbalan.
“ Aya naon?” Ceuk tatangga ka tatanggana.
“ Aya naon? “ Kabéh silih Tanya jeung sing gorowok.
Lima menit ti Harita, ngong dina sapéker masigit, Haji Sukri ngabéwarakeun hiji hal.
“ Peryogi ka uninga, nembé pisan sim kuring kapasihan pancén ti Pa Kuwu, wiréhna dina dinten ieu pisan aya kajantenan anu kedah diperhatoskeun ku urang sadaya. Atuh kumargi kitu, peryogi kauninga ku sadayana, sok sanaos dina kaayaan hujan anu ngagebrét kawas kieu, urang kedah sareng wajib kompak, rempug jukung sauyunan. Para wargi, sakumaha informasi anu ku sim kuring katampi di Pa Kuwu Jumena, anu mantenna téh salaku pamingpin di ieu lembur, ogé saparantos nampi informasi anu sanésna ti para hansip, peryogi kauninga…!”
“ Duh… baku Haji Sukri mah ari geus deukeut jeung mikropon téh, pidato kamana baé!” gerentes si Kemed, ceuli nepi ka direbing-rebing hayang jéntré kana béwara Haji Sukri.
“ Para sadérék, Cukang Cisuda dina énjing ieu rugrug….!” Tambah Haji Sukri.
“ Cukang Rugrug!!!!” Ceuk jalma-jalma éar.
“ Cukang Cisuda rugrugggg…..!” Beuki éar.
Brulll jalma-jalma teu kudu dititah ogé kaluar ti imahna séwang-séwangan. Anu anu maké payung, dimantel, dijas hujan, maké daun cau, diharudum ku samping. Ngumpul ngariung, kabéh muru ka Susukan Cisuda, kaasup si Kemed ogé teu katinggaleun, milu jeung batur muru ka Cisuda. Laleumpang teu nolih tincakeun. Bari sing kecewis. Wak wék wok ngarobrol.
Urang Cihérang ngabati gogodeg bari gumecrot. Bener, Cukang anu ngahubungkeun lembur Cihérang jeung Lembur Cinangka Beurit téh geus potong, kari tihangna anu ngajanteng. Cukang anu dijieun ku Mang Ocim jeung Mang Ohi rugrug… kawat beton sing gulawing. Dihandapeunna, cai walungan ngagulidag pika sieuneun.
“ Ckckckckck…. Cukang rugrug?” Ceuk Abah Uko ka si Kemed.
“ Ari abah, heeueuh rugrug!”
Urang Cihérang pada apal, kumaha penting jeung mangfaatna éta Cukang keur maranéhna. Lain saukur ngahubungkeun Lembur Cihérang jeung Cinangka beurit, leuwih ti kitu, éta cukang téh jadi jalan utama keur urang Cihérang anu arék nyaba ka dayeuh. Kabéh ngahuleng.
“ Beu… kumaha ari geus kieu?” Ceuk Mang Ujung.
“ Nya rugrug wé ari geus kieu mah setéh ujang!” Si Kemed némbal deui.
Torojol Kuwu Jumena datang. Dipayungan ku hansip Ika jeung hansip Adut. Panonna melong kana Cukang anu geus rugrug. Gogodeg. Semu malaweng. Hujan mimiti root. Cai walungan anggger ngagulidag, caah beuki rongkah.
“ Pa Kuwu, kumaha atuh ieu? Aya korban teu , Pa?” Ceu Iroh milu ngomong.
“ Para sadérék, kumaha atuh ieu téh nya…. Abdi ogé bingung pisan mayunanna. Mugia atuh teu aya korban nya?”
“ Lain… sakanyaho uing mah apan ieu Cukang téh cik kénéh karak diwangunna jeung dibenerkeunna ogé. Lamun teu salah karak kana dua bulanna dioméan ku duit Dana Hibah ti Pamaréntah, Pa Kuwu?” Si Kemed nanya.
“ Heueuh, kumaha ieu téh, majar dibeton, kuat nepi ka dalapan generasi, nyatana… rugrug, kumaha atuh pa Kuwu. Kudu didatangkeun kontraktorna! Pagawéan téh ngadon nyangsarakeun balaréa hasilna!!”
Kabéh pada protés ka Pa Kuwu. Nempo dununganna pada mrotés, Hansip Ika jeung Hansip Adut langsung ngangsreg ka hareupeun Pa Kuwu, baru sidakep dina dada.
“ Eh, haling atuh salira téh, Ika.. Adut ieu uing ka halangan!” Ceuk Kuwu Jumena. Hansip Ika jeung Adut ngésér. “ Para sadérék kedah tenang atuh, ulah waka getas harupateun, boa-boa cukang rugrug téh sanés alatan konstruksina anu awon, tapi mémang leres wé ieu mah balahi!”
“ Paliiidddd…. Aya anu paliiidd…!!!” Salah saurang anu aya di dinya ngagorowok. Kabéh curinghak. Nénjo ka lebah anu ditunjuk ku si Buloh.
“ Mana setéh Buloh, geuning euweuh nanaon sia téh ah!” RW Apud morongos.
“ Leres Pa RW tadi mah abdi ningal, siga aya mastaka anu palid di wahangan.” Si Buloh némbal.
“ Euhh.. pantes atuh, lain sirah anu apung-apungan di wahangan meureun, tapi éta dina panon sia cileuh mani baradag sadua-dua, Buloh!” Aki Uki milu ngomong.
“ Huuuhhh!” Ceuk nu séjén bari jebi ka si Buloh.
“ Tapi bener ogé si Buloh téh. Bisi jeung bisi ieu mah, aya korban dina rugrugna Cukang . Apan urang teu nyaho, boa isuk tadi aya jalma anu ngaliwat kana cukang, terus cukang rugrug.” Ceuk Si Kemed. Anu séjén kerung.
“ Atuh Pa Kuwu kumaha ieu téh ?” RW Apud kapaksa ngomong ka Pa Kuwu.
“ Antosan wé atuh, engké pabeubeurang kuring arék bébéja ka Pa Camat jeung ka Kapolsek lamun cukang Cisuda rugrug.” Kuwu Jumena menerkeun kacamatana.
“ Ari Kuwu ka Kantor Kecamatanna arék jalan ka mana, apan puguh Cukangna ogé rugrug?!”
“ Aéh leress, nya.” Kuwu Jumena mencrong mani anteb kana tihang Cukang. “ Atuh kieu baé, ka Para Sadérék, engké siang disuhunkeun kaikhlasanna, kanggo kerja Bhakti, urang ngadamel cukang alternatif. Teu kedah saé-saé, ku awi atanapi tangkal kalapa baé!”
“ Kumaha satuju teu?” RW Apud nuluykeun.
“ Satujuuuuuuuuu…!” Ceuk kabéh jalma, bral atuh baralik deui ka imahna séwang-séwangan.
“ Cukang tangkal Kalapa… heuheu, asa zaman tai kotok di lebuan. Tapi dipikir-pikir, dibandingkeun jeung Cukang beton anu dijieun ku si Ocim jeung si Ohi, naha bet leuwih kuat cukang tangkal kalapa nya?” Gerentes si Kemed di Imahna. “ Ti taun 70-an nepi ka taun 90-an, apan susukan cisuda téh cukangna ku tangkal kalapa, bener..da asa kuat, salila dua puluh taun teu diganti-ganti. Na ari cukang beton jieunan manusa, teu sataun-sataun acan geus rugrug. Beuhh!”
“ Ningali si abah teu, Kemed!?” Pananya si Ma Encih ngahudangkeun si Kemed.
“ Henteu, Ema!” Ceuk si Kemed, “ Na kumaha kitu?”
“ Nyaéta, Abah Inan téh can balik kénéh, teuing ka mana tah ngulamprengna aki-aki tujuh mulud téh!” Ma Encih renghap ranjug. “ tadi mah isuk-isuk ngomong arék ka dayeuh ceunah, teu beunang dicaram tah aki-aki téh sakitu hujan ngagebrét ogé. Ari geus boga pamaksudan mani kawas domba kumincir!”
“ Beu… palangsiang!” Si Kemed rada ngaharéwos ngomongna.
“ Palangsiang kumaha, Kemed?”
“ Ah, palangsiang Abah Inan téh méngkol heula ka randa hérang , Ema!”
“ Alah dirangkéd tah aki-aki téh  ku uing mah dina enyana ogé!”
“ Heuheu…!”
Sa jam ti harita mah, éar deui pabéja-béja. “Abah Inan leungittt!” Atuh, jalma-jalma ngarumpul deui. Aya ogé anu ngomong, Abah Inan kabawa Palid, boa-boa geus aya di laut jasadna, ancleung-ancleungan kawas parahu.
“ Atuh kumaha uingg… kumaha… Abahh… duh abah… lamun enya manéh palid kumaha ieu uing Abahh!” Ma Encih ceurik.
“ Ulah waka awon sangka, Ema. Boa si Abah téh masih kénéh di pasar. Coba atuh SMS!” ceuk Mang Ujang.
“ SMS ???” Urang Cihérang ampir bareng nanya bari ngalieuk ka Mang Ujang. Anu ditingali ngadon nyéréngéh.
“ Atuh Ema mah antosan baé di bumi. “ Ceuk Kuwu Jumena. “ Hayu atuh kanu sanésna, urang kerja Bhakti téa ngadamel cukang alternatif.”
Pangajak Kuwu Jumena diéstokeun pisan. Urang Cihérang rancagé, rempug jukung sauyunan, kerja bhakti nyieun Cukang. Tanggal kalapa saopat-opat dituar.
“ Heyyy…. !” Aya anu ngagorowok sisi Walungan beulah ditu. “ Heyyy…. Dikamanakeun ieu cukang, abah arék meuntasssss!!” Gorowok deui.
“ Abah Inaannnnnn????!!!!” Anu keur digarawé ngomong.
“ Hayoooo atuh, dikamanakeun ieu Cukang, kuring arék meuntassss!!!!”
“ Ké lanan, dagoan sakeudeung, “ Ceuk si Kemed teu éléh ngagorowok.
“ Hayo atuhhhhh!!! Uing arék meuntasssss!”
“ Bawél tah aki-aki téh!” Pok Mang Ujang.
Tangkal kalapa anu ngajepat téh ku urang Cihérang ditalian tungtungna ku tambang badag. Terus ditarik, nepi ka tangkal kalapa cengkat deui.
“ Ka katuhu saeutik… terus..terus…terus… heupp… kénca saeutik…!” Ceuk hansip Ika. “ Abahhh awassssss… tong ngadon nagog di dinya, ieu tangkal kalapa arék dileupaskeun talina!!!! “ Gorowok hansip Ika. “ Hiji…. Dua…. Tiluuuuuuuuu, leupaskeunnnnnnn!!”
Koléang tangkal kalapa rugrug, gejeburrrrrrr ka Wahangan, henteu pas labuhna ka sisi wangahan ti Beulah dtu.
“ Tarikkk….tarikkkk deui…tarikk!”
Kabéh pada narik tangkal kalapa, da bisi kabawa ku cai anu keur meujeuhna ngagulidag.
“ Ari sia, Ika… kantun wé katuhuuu…katuhuu… kéncaa eutik, tapi ukuran téh mani pajauh siah. Kode jongklok sia mah!” Ceuk si Kemed.
“ Heyyy… gancang atuh, uing arék meuntassss!” Abah Inan ngagorowok deui.
“ Bawél nya kolot téh!”
“ Haling siah Ika, keun déwék ah anu jadi komandona!” RW Apud maju. “ Sok ayeuna mah tarik deui tambangna. Hiji…..dua…salapann… tarikkkkkk! Tarikkk….. Ika, kalah ngajedog siah, bantuan itu batur deuleu!! Tarikk…. Kemed tarikkkk…” Tangkal kalapa nagtung deui. “ Ké lanan ulah waka dirugrugkeun. Gotong heula nepi ka sisi wahangan, Uhan, Adom, Adang, sok angsrodkeun tangkal kalapana lalaunan baé!” Tangkal kalapa anu nangtung geus aya di sisi wahangan. “ Hiji….dua….geneppppp!!! Leupaskeun tambangna lalaunan, tong disakaliguskeun!”
Tangkal kalapa geus ngajepat luhureun wahangan Cisuda. Kabéh émprak. Suka bungah.
“ Geus bisa meuntas uingggg, Heyyyy!” Ceuk Abah Inan.
“ Ké heula, urang pasang tilu deui Abahhhhh!” ceuk RW Apud.
Kana dua jamna, opat tangkal kalapa geus ngajepat, Cukang anyar geus kapasang.
“ Bérésssss???” Gorowok abah Inan deui.
“ Ké heula, urang bebener heula ngarah laluasa ditincakna, ulah waka meuntas apan can dipageuhan, can dibajang jeung diéntépkeun!”
Geus ngéntép ayeuna mah. Abah Inan meuntas Cukang rarampéolan…
“ Alhamdulillaahhhh….. sanajan deg-degan nepi ogé geuning!” Ceuk Abah Inan. “ Mani lila nya maranéh mah, uing ngadagoan nepi kana tilu jamna!!” Ceuk Bah Inan.
“ Duh dasar Aki-aki!!” Ceuk Si Kemed laun. “ Tas dimana atuh Abah téh, isuk-isuk ngadon liarrr, matak pika melangeun batur?!”
“ Ah, kumaha uing wé, arék uing tikebelek ka wangahan sugan, uing ieu ahhh!”
“ Balikkkk yuuu ah!” Ceuk si Kemed bari ngaleés. Dituturkeun ku anu séjén.
Wanci sareureuh budak. Hujan geus ngaririncik. Warung mang Ujang ramé. Cikopi kaangseu mani seungit. Anu aya di dinya balakécrakan, Kuwu Jumena ogé aya.
“ Nya, ari anu boga salah mah ti isuk nepi ka ayeuna can katénjo irung-irungna acan tah si Ohi téh?” ceuk si Kemed.
“ Ulah waka awon sangka, Kemed!” Kuwu Jumena ngomong bari cacamuilan ngadahar goréng sampeu.
‘ Ih ari pa Kuwu, tah Tanya geura si Unang. Waktu nyieun Cukang beton téa, semén lima zak mahi teu mahi kudu bérés, moal enya keur nyieun cukang anu sakitu panjangna ngan ukur ngandelkeun semén lima zak. Cing sabaraha waragad anu geus dianggarkeun keur nyieun cukang beton téh, Pa Kuwu?”
“ Ah Duka, saurna mah éta urusan Kontraktor sareng dinas. Abdi mah kirang uninga, mung kantos sih katitipan artos kana saratus rebu, ti Mang Ohi..”
“ Oh, pantes!”
Waktu maju ka peuting. Hujan masih ngaririncik. Hawa beuki tiris. Cihérang beuki jempling. Sakapeung kadéngé sora jegohna batuk Abah Inan. Tuluy simpé deui.
Sukabumi, 30 Nopember 2011